Pages

Tuesday, 15 March 2011

Inteligensi

Secara umum, inteligensi merupakan suatu keahlian yang dimiliki dalam memecahkan masalah, beradaptasi dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari.
Ada berbagai macam konsep:
·         Aldous Huxley mengatakan inteligensi adalah salah satu milik kita yang berharga
·         Sperman mengatakan bahwa yang mempunyai inteligensi umum dan inteligensi khusus
·         Sterberg mengemukakan bahwa inteligensi muncul dalam tiga bentuk yaitu: analitis, kreatif, dan praktis
·         Gardner percaya ada delapan tipe inteligensi yaitu: verbal, matematika, spasial, tubuh-kinestetik, music, wawasan terhadap orang lain, wawasan terhadap diri sendiri, dan naturalis
·         Mayer, Salovy, dan Goleman meyakini bahwa inteligensi emosional merupakan aspek terpenting dari seseorang agar bias menjadi seseorang yang kompeten
Sampai saat ini konsep inteligensi masih menjadi perdebatan dan kontreversi yang terus berlanjut.

Lalu apa sebenarnya inteligensi itu? Kenapa sangat erat dalam kehidupan kita?

Seperti yang sudah dijabarkan bahwa inteligensi merupakan suatu keahlian yang dimiliki dalam memecahkan masalah, beradaptasi dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari. Dalam berbagai hal yang kita alamin, hadapi, selidiki dan akan kita pecahkan sangat membutuhkan suatu analisis yang kritis. Dimana itu yang akan menghantar kita dalam memecahkan permasalahan tersebut. Setiap harinya pasti sangat banyak hal-hal yang baru yang kita dapatkan, penyesuaian itulah yang sangat berpengaruh pada inteligensi. Karena itu juga inteligensi sangat berkaitan erat dengan test-test inteligensi dan juga IQ. Setiap melakukan test IQ kita mengukur sejauh mana kemampuan yang kita miliki. Dan itu sangat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sumber
*Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group

Sunday, 13 March 2011

".. Aku dan Tarianku .."


Aku hanya seorang yang biasa yang tidak sempurna
Penilaian ku tentang diri ku
Berbeda dengan penilaian orang lain tentangku
Kesukaan ku,  jelas juga berbeda dengan kesukaan orang lain

Saat semua orang hanya duduk dan diam
Aku berdiri dan diam
Ribuan pasang mata menatap
Aku mulai menegakkan kepala ku

Ku pandang semua yang dihadapan ku
Seolah semua memandang sangat tajam
Ku hela nafas panjang
“akan ku beri yang terbaik” tekat ku

Musik mulai terdengar, ku pasang mata tajamku menatap yakin
Mulai ku angkat tangan ku,
Ku hentakkan kaki ku,
Dan ku gerakan seluruh tubuh ku

Gerakan demi gerakan ku mulai,
Pandangan itu membuat aku tertegun,
Aku pun mulai mengumbar senyuman ku
Keyakinan ku mulai bertambah

Kulakukan gerakanku dengan lihai..
Lompatan yang tinggi, putaran yang indah.
Itu semua membuat perasaanku nyaman dan tenang
Bagaikan aku berada dipinggir danau yang indah, hanya ada aku seorang

Terdengar suara tepukan tangan dari penonton..
Badanku membungkuk menyelesaikan tarian ku.
Ku beri senyuman yang indah untuk terakhir kali..
Ini lah aku dan tarian ku


Tuesday, 8 March 2011

Motivasi Belajar :)

Motivasi belajar yang dimiliki setiap orang berbeda-beda, itu tergantung dari orang itu sendiri merasa termotivasi.
Misalnya, orangtua menjanjikan akan memberikan hadiah jika sang anak mendapat juara umum, maka dengan begitu motivasi sang anak untuk belajar akan semakin besar.
hmmmmm...

Apa saja faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?

Ada beberapa faktor yang memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, yaitu:
  • Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
  • Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
  • Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
  • Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
  • Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Selain faktor-faktor tersebut, pengaruh dorongan yang datang dari luar (eksternal) dan dari dalam (internal) juga mempengaruhi. Dorongan dari dalam biasanya berupa karena memang keinginan akan mencapai cita-cita (muncul dari dalam diri) sedangkan dari luar bisa berupa dukungan orang tua, saudara, teman, pacar atau siapa saja yang menjadi inspirasi.

Ada tips-tips untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
  • Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
    Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar. Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi. Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
  • Belajar apapun
    Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
     
  • Belajar dari internet. 
  • Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
    Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.
  • Cari motivator
    Terkadang seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup, orang tua. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahkan atau memotivasi kita belajar dan meraih prestasi


Ayoo, tingkatkan motivasi dalam belajar
Sumber:
*Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group

Wednesday, 2 March 2011

Pengalaman Kuliah OnLinnnee :D

Hari ne pertama kali benar-benar menjalanin kuliah online (e-learning)..
hmmmmmm...
Awalnya agak ribet banget, karena belum masuk ke group besar, koneksinya lama, belum lagi hal-hal lain yang kurang mengerti...
Tapi pembelajaran dari metode seperti ini banyak banget yang bisa didapat, yaitu
*benar-benar sadar dan mengalami kalo belajar itu memang ga ngenal batas waktu, ruang dan tempat dengan fasilitas yang ada sekarang
*banyak hal yang bisa dicari dan didapatkan dengan media pembelajaran ini
*lebih dituntut kemandirian, kekritisan dan keingintahuan dalam pembelajaran
*harus memiliki kesabaran dalam berbagai macam menghadapi kendala.

Selain dapat pembelajaran, saya juga menyadari beberapa hal dari metode pembelajaran ini, mulai dari belajar yang fakum, tidak berbicara, hanya dihadapkan dengan komputer sehingga tidak membiasakan untuk mengeploitasi apa yang didapat dengan cara berbicara, selain itu banyak yang mengalami perbedaan persepsi ataupun keterlambatan informasi (pengalaman yang agak susah gabung dichat).
Ini karena perkuliahan yang secara online pertama kalii, jadi banyak yang belum terbiasa dan paham akan penggunaanya. Mungkin dilain waktu bisa dicoba lagi, mana tahu jauh lebih efektif :)

Tuesday, 1 March 2011

Perencanaan Pembelajaran :)



Suatu perencanaan sangat berpengaruh terhadap jalannya suatu proses. Bisa dianggap bahwa suatu keberhasilan dapat dilihat dari perencanaannya mencapai keberhasilan itu.
Perencanaan merupakan suatu ide mengenai bentuk proses pelaksanaan yang akan dilaksanakan.
Dalam pembelajaran juga sangat memerlukan suatu perencanaan. Suatu pembelajaran akan sangat berhasil apabila perencanaannya sudah dipersiapkan secara matang. dan itu akan diterapkan dalam proses pembelajaran.




lalu bagaimana proses perencanaan pembelajaran itu?
hmmmmmm...
Untuk dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik, para pengajar sebaiknya memiliki empat standar kompetensi para pengajar, yaitu
1) kompetensi pedagogis,
2) kompetensi kepribadian,
3) kompetensi sosial, dan
4) kompetensi profesional.
Perencanaan Pembelajaran diharapkan dapat menjadi bekal para pengajar tentang berbagai aspek yang terkait kurikulum dan pembelajaran.
seperti yang kita ketahuid alam sistem pendidikan nasional, ada tiga komponen utama, yakni: (1) peserta didik,
(2) guru, dan
(3) kurikulum. 
Dalam proses belajar mengajar, ketiga komponen itu terdapat hubungan yang tidak dapat dipisahkan antar komponen. apabila salah satunya saja tidak terpenuhi, maka proses pembelajaran tidak akan berjalan efektif. Para pengajar tidak dapat menyampaikan kurikulum apabila yang diajar tidak ada. Sama dengan para pelajar, tidak akan efektif memahami kurikulum pembelajaran apabila pengajar tidak ada. Begitu juga dengan para pengajar dan pelajar tidak akan dapat menjalani proses belajar apabila kurikulm yang disampaikan tidak terpenuhi apalagi tidak ada.
Oleh karena itu rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibuat agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan mencapai tujuan pembelajaran, jika tidak ada perencanaan maka proses pembelajran menjadi tidak terarah.


Sumber:
*Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group