Pages

Tuesday, 12 April 2011

"Autism"

Karakteristik Fisik Anak dengan Autism
Karakteristik dari anak-anak dengan autism sama dengan orang normal. Mereka terlihat normal dan memiliki segala sesuatu dalam tubuh mereka bahwa seseorang akan normal.
Anak autis banyak berbeda dari anak normal pada ketrampilan komunikasi, perilaku sosial, komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. Mereka juga memiliki kepentingan dalam kegiatan terbatas. Anak-anak dengan autisme yang sangat kaku, mereka lebih rutin dan tidak melakukan perubahan yang dilakukan pada tingkat aktivitas sehari-hari. Jika ada perilaku yang tidak sesuai yang mereka lakukan, maka reaksi mereka adalah melihat melalui perilaku repetitif. Untuk anak autis, jadwal sehari-hari hampir lebih kepada rutinitas dan kebiasaan yang berulang. Anak autis melakukan aktivitas yang sama beberapa kali. Hal tercemin bahkan pada skala fisik. Jika mereka lebih bersemangat dan tidak dapat berurusan dengan gelombang kegembiraan, mereka menunjukan tindakan sengaja misalnya dengan mengepakan tangan atau bertepuk tangan atau hanya bergerak satu jari secara terus menerus.


Lalu bagaimana cara mengetahui apakah anak autistic?

Jika seorang anak tidak berbicara ataupun berjalan ketika mereka seharusnya melakukan itu, mereka menunjukan pertumbuhan yang tertunda, mungkin karena autisme tetapi juga dapat didiagnosis dengan benar hanya waktu yang lebih lama untuk mencapai milestone. Autism dapat didiagnosis dengan benar hanya jika sekitar 3 tahun karena mereka mungkin menunjukan gejala yang lebih jelas pada usia ini.
Autism juga bervariasi dimasing-masing anak dan ia datang dalam derajat yang berbeda. Beberapa anak autistik sedikit yang benar-benar dapat mengatasi kehidupan mereka. Beberapa anak autistik lain yang sangat autis, merasa sulit untuk melakukan tugas-tugas yang sangat sederhana dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Suatu penderitaan anak autism akan melemparkan amarah mereka tanpa alasan, mereka lebih keras dan cenderung tidak melakukan kontak mata dengan orang. Mereka tidak melihat anda ketika anda berbicara dengan mereka, mereka tidak melihat anda dan juga tidak suka disentuh ataupun diadakan. Selain itu mereka juga sangat sulit untuk berdisiplin, mereka tidak menyadari ketika mereka menyakiti seseorang karena mereka tidak memahami sisi emosional. Hal ini karena mereka autistik hanya memikirkan diri mereka sendiri dan tidak memiliki pertimbangn untuk orang lain


sumber:
*http://www.scumdoctor.com/Indonesian/disease-prevention/mental-illness/autism/index.html

*Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group

0 comments: