Mendengar cara mengajar yang efektif, yang pertama sekali terlintas adalah menjadi seorang pelajar. Para pelajar (tentu saja termasuk saya) selalu berharap mendapatkan pembelajaran yang dapat membuat semangat belajar dan keingintahuan yang lebih dalam dari setiap materi pembelajaran. Tentu saja itu dapat terlaksana apabila para pengajar, baik itu dosen maupun guru dapat melakukan suatu metode pembelajaran yang menarik. Dimana dituntut suatu kekreatifitasan para pengajar agar dapat memudahkan dalam menyampaikan materi pembelajaran dan juga pemahamannya. Tapi banyak yang ditemui saat ini adalah para pengajar hanya sekedar melakukan tugas mereka sebagai pengajar, yaitu menyampaikan materi pelajaran, memberikan tugas, catatan, ulangan, diskusi dan nilai, tanpa memperhatikan dan memahami secara langsung apa yang telah didapatkan para pelajar selama pembelajaran. Kebanyakan yang dilakukan hanya pembelajaran yang rutin, hanya sekedar untuk mendapatkan haknya.
Seharusnya para pengajar memiliki strategi pengajaran yang baik dan didukung oleh metode penetapan tujuan, rancangan pengajaran dan manajemen kelas. Dengan begitu kelas akan menjadi menarik, akan terjalin komunikasi antara pengajar dengan para pelajar dam terjalin suatu kegiatan pembelajaran yang efektif. Karena pembelajaran yang lakukan sangat mempengaruhi para pelajar dan tentu saja mempengaruhi bangsa ini. bagaimana tidak? bukankah para pelajar yang mereka bimbing adalah para generasi penerus bangsa saat ini? Para generasi yang akan melanjutkan masa depan bangsa ini.
hmmmmmmmmmmmmmmm....
Tapi, disisi lain perlu juga diingat bahwa bukan lagi satu-satunya sumber belajar, tapi merupakan salah satu sumber dari sekian banyak sumber belajar. Apa lagi pada sistem pembelajaran saat ini para pelajar justru lebih banyak dituntut untuk melakukan pembelajaran yang madiri. Lalu bagaimana seharusnya metode pembelajaran yang efektif? Disatu sisi para pengajar yang dituntut untuk melakukan metode pembelajaran efektif dengan model pembelajaran aktif, disisi lain justru para pelajarlah yang dituntut untuk melakukan pembelajaran yang mandiri dan lebih aktif dalam menemukan permasalahan dan melakukan pembahasannya sendiri sehingga menghasilkan para pelajar yang berkualitas.
Sumber:
* Refrensi buku John W. Santrock, Psikologi Pendidikan.
* Harian Global (http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24801:perubahan-proses-pembelajaran-efektif-guru-bukan-satu-satunya-sumber-belajar&catid=56:edukasi&Itemid=63)


0 comments:
Post a Comment