Pages

Tuesday, 22 February 2011

Upin & Ipin The Movie

Mengetahui materi kuliah kali ini menonton, seneng banget rasanya. Yaah, hitung-hitung refreshinglah dan juga sebagai penerapan pelajaran selama beberapa kali pertemuan terakhir yaitu tentang menggunakan kemajuan TIK sebagai media pembelajaran.
Bukankah memang seharusnya suatu hal itu dipelajarin untuk diterapkan?? Jadi, pembelajarannya menjadi lebih nyata.

Hmmmmm…
Pemutaran filmnya pun dimulai.
Sebelum pemutaran film, diputar terlebih dahulu refrensi pembuatannya. Wah, rupanya film yang akan kami tonton adalah film animasi Upin&Ipin. Jujur saja sih, saya paling tidak suka Upin&Ipin. Tidak tahu mengapa, dari awal tokoh itu mulai ada saja saya tidak tahu. Saya mulai tahu Upin&Ipin karena mulai banyak orang yang memanggil saya Upin, Ipin, dan Epin (Ephine adalah nama panggil saya), mengatakan bahwa saya kakaknya Upin&Ipin sebelum kak’ros. Saya sempat bingung dan nggak tau akan hal itu, mungkin karena saya tipe orang yang tidak suka menonton televisi.
Tapi, kali ini yang dipakai sebagai pembelajaran adalah tokoh Upin&Ipin yang tidak pernah saya tonton. Jadi, ini merupakan tontonan perdana saya menonton Upin&Ipin.
Tayangan proses pembuatanya pun mulai diputar, saya menjadi cukup penasaran juga.
Ternyata hanya untuk membuat film Upin&Ipin yang durasinya hanya 90menit itu membutuhkan waktu kurang lebih dua setengah tahun. Mulai dari jalan ceritanya sampai proses pembuatannya. Wah, nggak kebayang deh! Jadi tiba-tiba kepikiran “gimana dengan pembuatan film Harry Potter yang durasinya sekitar 180menit?”. Padahal saya sebagai penonton hanya duduk dan menikmati jalan ceritanya saja. Benar-benar tidak menyangka dan cukup kaget. Banyak yang saya dapatkan dari penayangan proses pembuatannya itu. Mulai dari penulisan cerita, alurnya, audionya, sampai dengan animasinya. Sungguh diluar dugaan. Tidak semudah yang saya bayangkan. Semua butuh tahapan-tahapan dan pemrosesan setiap tahap yang cukup lama dan membutuhkan suatu kekreatifitasan dalam pembuatannya. Ini salah satu karya seni yang cukup tinggi menurut saya.
Semua diatur agar begitu nyata, menarik, unik, lucu, merakyat, menghibur, dan masih banyak lagi. Semua sangat diperhatikan hingga mendetail. Bahkan suara jangkrik, kendaraan, hewan, dan audio lainnya dibuat terasa nyata dan benar. Belum lagi ditambah dengan setingan tempat, mulai dari pedesaan, letak dan kondisinya, suasana, cuaca, sinar letak pepohonan, ekspresi dan mimik wajah disesuaikan dengan dialog agar dialog tersampaikan dengan baik kepada para penonton, pokoknya semua diatur dengan sedemikian rupa. Bahkan mungkin menurut kita itu tidak penting, itu mungkin tidak akan diperhatikan oleh orang lain yang tahu hanya kita saja yang buat, tapi apa yang mereka lakukan?? Mereka memperhatikan hal sampai sekecil-kecilnya dala film itu. “two thumbs for them”. Jadi ingin belajar apa yang mereka lakukan. Hehehe :D
Nah, saat filmpun diputar, ternyata cukup lumayan juga film Upin&Ipin ini. Filmnya benar-benar merakyat, pantas saja tokoh ini cepat membuming dikalangan masyarakat. Kepolosan Upin&Ipin yang siap membantu siapa saja, kedisiplinan dan sifat ka’Ros yang begitu bertolak belakang dengan Upin&Ipin. Benar-benar tokoh yang cukup menarik. Film itu menyampaikan beberapa hal yang saya dapat, yaitu peduli dengan siapa saja, jangan pernah menyerah dan cintailah sekeliling mu.

0 comments: