Pages

Tuesday, 8 March 2011

Motivasi Belajar :)

Motivasi belajar yang dimiliki setiap orang berbeda-beda, itu tergantung dari orang itu sendiri merasa termotivasi.
Misalnya, orangtua menjanjikan akan memberikan hadiah jika sang anak mendapat juara umum, maka dengan begitu motivasi sang anak untuk belajar akan semakin besar.
hmmmmm...

Apa saja faktor-faktor yang membedakan motivasi belajar seseorang dengan yang lainnya?

Ada beberapa faktor yang memberikan penjelasan mengapa terjadi perbedaaan motivasi belajar pada diri masing-masing orang, yaitu:
  • Perbedaan fisiologis (physiological needs), seperti rasa lapar, haus, dan hasrat seksual
  • Perbedaan rasa aman (safety needs), baik secara mental, fisik, dan intelektual
  • Perbedaan kasih sayang atau afeksi (love needs) yang diterimanya
  • Perbedaan harga diri (self esteem needs). Contohnya prestise memiliki mobil atau rumah mewah, jabatan, dan lain-lain.
  • Perbedaan aktualisasi diri (self actualization), tersedianya kesempatan bagi seseorang untuk mengembangkan potensi yang terdapat dalam dirinya sehingga berubah menjadi kemampuan nyata.
Selain faktor-faktor tersebut, pengaruh dorongan yang datang dari luar (eksternal) dan dari dalam (internal) juga mempengaruhi. Dorongan dari dalam biasanya berupa karena memang keinginan akan mencapai cita-cita (muncul dari dalam diri) sedangkan dari luar bisa berupa dukungan orang tua, saudara, teman, pacar atau siapa saja yang menjadi inspirasi.

Ada tips-tips untuk meningkatkan motivasi belajar kita:
  • Bergaullah dengan orang-orang yang senang belajar
    Bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar. Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi. Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
  • Belajar apapun
    Pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
     
  • Belajar dari internet. 
  • Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
    Di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.
  • Cari motivator
    Terkadang seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup, orang tua. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahkan atau memotivasi kita belajar dan meraih prestasi


Ayoo, tingkatkan motivasi dalam belajar
Sumber:
*Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group

Wednesday, 2 March 2011

Pengalaman Kuliah OnLinnnee :D

Hari ne pertama kali benar-benar menjalanin kuliah online (e-learning)..
hmmmmmm...
Awalnya agak ribet banget, karena belum masuk ke group besar, koneksinya lama, belum lagi hal-hal lain yang kurang mengerti...
Tapi pembelajaran dari metode seperti ini banyak banget yang bisa didapat, yaitu
*benar-benar sadar dan mengalami kalo belajar itu memang ga ngenal batas waktu, ruang dan tempat dengan fasilitas yang ada sekarang
*banyak hal yang bisa dicari dan didapatkan dengan media pembelajaran ini
*lebih dituntut kemandirian, kekritisan dan keingintahuan dalam pembelajaran
*harus memiliki kesabaran dalam berbagai macam menghadapi kendala.

Selain dapat pembelajaran, saya juga menyadari beberapa hal dari metode pembelajaran ini, mulai dari belajar yang fakum, tidak berbicara, hanya dihadapkan dengan komputer sehingga tidak membiasakan untuk mengeploitasi apa yang didapat dengan cara berbicara, selain itu banyak yang mengalami perbedaan persepsi ataupun keterlambatan informasi (pengalaman yang agak susah gabung dichat).
Ini karena perkuliahan yang secara online pertama kalii, jadi banyak yang belum terbiasa dan paham akan penggunaanya. Mungkin dilain waktu bisa dicoba lagi, mana tahu jauh lebih efektif :)

Tuesday, 1 March 2011

Perencanaan Pembelajaran :)



Suatu perencanaan sangat berpengaruh terhadap jalannya suatu proses. Bisa dianggap bahwa suatu keberhasilan dapat dilihat dari perencanaannya mencapai keberhasilan itu.
Perencanaan merupakan suatu ide mengenai bentuk proses pelaksanaan yang akan dilaksanakan.
Dalam pembelajaran juga sangat memerlukan suatu perencanaan. Suatu pembelajaran akan sangat berhasil apabila perencanaannya sudah dipersiapkan secara matang. dan itu akan diterapkan dalam proses pembelajaran.




lalu bagaimana proses perencanaan pembelajaran itu?
hmmmmmm...
Untuk dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik, para pengajar sebaiknya memiliki empat standar kompetensi para pengajar, yaitu
1) kompetensi pedagogis,
2) kompetensi kepribadian,
3) kompetensi sosial, dan
4) kompetensi profesional.
Perencanaan Pembelajaran diharapkan dapat menjadi bekal para pengajar tentang berbagai aspek yang terkait kurikulum dan pembelajaran.
seperti yang kita ketahuid alam sistem pendidikan nasional, ada tiga komponen utama, yakni: (1) peserta didik,
(2) guru, dan
(3) kurikulum. 
Dalam proses belajar mengajar, ketiga komponen itu terdapat hubungan yang tidak dapat dipisahkan antar komponen. apabila salah satunya saja tidak terpenuhi, maka proses pembelajaran tidak akan berjalan efektif. Para pengajar tidak dapat menyampaikan kurikulum apabila yang diajar tidak ada. Sama dengan para pelajar, tidak akan efektif memahami kurikulum pembelajaran apabila pengajar tidak ada. Begitu juga dengan para pengajar dan pelajar tidak akan dapat menjalani proses belajar apabila kurikulm yang disampaikan tidak terpenuhi apalagi tidak ada.
Oleh karena itu rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibuat agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan mencapai tujuan pembelajaran, jika tidak ada perencanaan maka proses pembelajran menjadi tidak terarah.


Sumber:
*Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group

Tuesday, 22 February 2011

..Pembelajaran..


Pembelajaran merupakan fokus dalam Psikologi Pendidikan. Pembelajaran itu sendiri adalah suatu pengaruh yang biasanya bersifat menetap atas pengetahuan, kekreatifitasan, bahkan perilaku yang dapat diperoleh dari mana saja baik itu akademik maupun non-akademik. Jadi, perubahan perilaku munul karena hasil belajar. Perubahan yang terjadi meliputi perubahan dalam persepsi dan juga tidak selalu dalam bentuk perilaku yang bisa dilihat.
Proses belajar dipandang sebagai proses pengolahan informasi yang meliputi perhatian (attention), penulisan dalam bentuk symbol (encoding), dan mendapatkan kembali informasi (retrieval)
Ada pandangan tentang pendekatan untuk pembelajaran yaitu
·        Behavioral
Behaviorisme adalah pandangan yang menyatakan bahwa suatu perilaku harus dijelaskan melalui pengalaman yang dapat dilihat. Menurut behavioris, pemikiran, perasaan, dan motif bukan suatu hal yang tepat untuk ilmu perilaku sebab semuanya itu tidak bisa diteliti secara langsung.
·        Kognitif
Psikologi lebih cenderung ke pandangan kognitif. Teori belajar kognitif berkaitan dengan pengolahan informasi yang pada dasarnya dikenal denga teori pentahapan (stage theory), dimana dijelaskan belajar adalah suatu proses kognitif untuk memperoleh pengetahuan atau informasi yang disimpan dalam memori jangka panjang.
Ada 4  pendekatan kognitif utama untuk pembelajaran:
°        Kognitif sosial
Lebih kepada bagaimana faktor perilaku, lingkungan, dan individu yang berinteraksi mempengaruhi proses pembelajaran.
°        Pemrosesan informasi kognitif
Lebih kepada bagaimana seseorang memproses suatu informasi melalui perhatian, ingatan, pemikiran dan proses konitif lainnya.
°        Konstruktivis kognitif
Lebih kepada bagaimana menekankan konstruksi kognitif terhadap pengetahuan dan pemahaman.
°        Konstruktivis sosial
Lebih kepada bagaimana kolaborasi dengan orang lain untuk menghasilkan pengetahuan dan pemahaman.

Lalu apa saja yang sudah kita dapatkan dengan proses belajar selama ini?
Mulai dari kecil kita sudah mendapat berbagai pembelajaran. Mulai dari kita terlungkup, berguling, merangkak, berdiri, berjalan dan sampai sekarang ini, bukankah sangat banyak yang sudah menjadi pembelajaran dan tentu saja ada pengetahuannya. Baik itu kebiasaan, tata cara dalam keluarga, kebiasaan, cara berbicara, mengenal berbagai kata, adat istiadat yang ada di lingkungan dan masih banyak lagi. Keluarga pada umumnya adalah suatu area awal dimana seseorang memulai kehidupan dan pembelajarannya. Semua diawali dari keluarga. 

Pembelajaran yang sangat banyak memang berasal dari lingkungan. Salah besar jika ada orang yang beranggapan bahwa belajar hanya ada di bangku sekolah, hanya bisa disampaikan para pengajar, seperti dosen ataupun guru. Memang itu juga pembelajaran, tapi itu hanya sebagian kecil dari pembelajaran. Selain pembelajaran yang formal, sekarang ini seperti yang sudah kita ketahui kemajuan TIK yang sangat mendukung proses pembelajaran baik itu media elektronik ataupun cetak, banyak yang dapat diperoleh dari media-media tersebut. Tetapi, perlu diingat saat kita berjalan, berbicara, bermain, duduk, melihat bahkan merenung sajapun kita dapat menjadikan itu sebagai pembelajaran. Jadi, untuk mengetahui dan mengerti berbagai hal, dapat diperoleh dengan berbagai cara juga.



Sumber:
*Santrock, J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group
*Munir, (2008). Kurikulum berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Bandung: Alfabeta

Upin & Ipin The Movie

Mengetahui materi kuliah kali ini menonton, seneng banget rasanya. Yaah, hitung-hitung refreshinglah dan juga sebagai penerapan pelajaran selama beberapa kali pertemuan terakhir yaitu tentang menggunakan kemajuan TIK sebagai media pembelajaran.
Bukankah memang seharusnya suatu hal itu dipelajarin untuk diterapkan?? Jadi, pembelajarannya menjadi lebih nyata.

Hmmmmm…
Pemutaran filmnya pun dimulai.
Sebelum pemutaran film, diputar terlebih dahulu refrensi pembuatannya. Wah, rupanya film yang akan kami tonton adalah film animasi Upin&Ipin. Jujur saja sih, saya paling tidak suka Upin&Ipin. Tidak tahu mengapa, dari awal tokoh itu mulai ada saja saya tidak tahu. Saya mulai tahu Upin&Ipin karena mulai banyak orang yang memanggil saya Upin, Ipin, dan Epin (Ephine adalah nama panggil saya), mengatakan bahwa saya kakaknya Upin&Ipin sebelum kak’ros. Saya sempat bingung dan nggak tau akan hal itu, mungkin karena saya tipe orang yang tidak suka menonton televisi.
Tapi, kali ini yang dipakai sebagai pembelajaran adalah tokoh Upin&Ipin yang tidak pernah saya tonton. Jadi, ini merupakan tontonan perdana saya menonton Upin&Ipin.
Tayangan proses pembuatanya pun mulai diputar, saya menjadi cukup penasaran juga.
Ternyata hanya untuk membuat film Upin&Ipin yang durasinya hanya 90menit itu membutuhkan waktu kurang lebih dua setengah tahun. Mulai dari jalan ceritanya sampai proses pembuatannya. Wah, nggak kebayang deh! Jadi tiba-tiba kepikiran “gimana dengan pembuatan film Harry Potter yang durasinya sekitar 180menit?”. Padahal saya sebagai penonton hanya duduk dan menikmati jalan ceritanya saja. Benar-benar tidak menyangka dan cukup kaget. Banyak yang saya dapatkan dari penayangan proses pembuatannya itu. Mulai dari penulisan cerita, alurnya, audionya, sampai dengan animasinya. Sungguh diluar dugaan. Tidak semudah yang saya bayangkan. Semua butuh tahapan-tahapan dan pemrosesan setiap tahap yang cukup lama dan membutuhkan suatu kekreatifitasan dalam pembuatannya. Ini salah satu karya seni yang cukup tinggi menurut saya.
Semua diatur agar begitu nyata, menarik, unik, lucu, merakyat, menghibur, dan masih banyak lagi. Semua sangat diperhatikan hingga mendetail. Bahkan suara jangkrik, kendaraan, hewan, dan audio lainnya dibuat terasa nyata dan benar. Belum lagi ditambah dengan setingan tempat, mulai dari pedesaan, letak dan kondisinya, suasana, cuaca, sinar letak pepohonan, ekspresi dan mimik wajah disesuaikan dengan dialog agar dialog tersampaikan dengan baik kepada para penonton, pokoknya semua diatur dengan sedemikian rupa. Bahkan mungkin menurut kita itu tidak penting, itu mungkin tidak akan diperhatikan oleh orang lain yang tahu hanya kita saja yang buat, tapi apa yang mereka lakukan?? Mereka memperhatikan hal sampai sekecil-kecilnya dala film itu. “two thumbs for them”. Jadi ingin belajar apa yang mereka lakukan. Hehehe :D
Nah, saat filmpun diputar, ternyata cukup lumayan juga film Upin&Ipin ini. Filmnya benar-benar merakyat, pantas saja tokoh ini cepat membuming dikalangan masyarakat. Kepolosan Upin&Ipin yang siap membantu siapa saja, kedisiplinan dan sifat ka’Ros yang begitu bertolak belakang dengan Upin&Ipin. Benar-benar tokoh yang cukup menarik. Film itu menyampaikan beberapa hal yang saya dapat, yaitu peduli dengan siapa saja, jangan pernah menyerah dan cintailah sekeliling mu.

Tuesday, 15 February 2011

Teknologi dan Pendidikan

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya didalam blog saya, teknologi sangat berpengaruh didalam pendidikan. Selain banyak efek positifnya tetapi pasti juga memiliki dampak negatif.
Banyak orang memperingatkan efek berbahaya yang mungkin timbul dari menggunakan teknologi.
hmmmmm..
Will people lose their ability to relate to other human beings? 
Will they become dependent on technology to learn?  
Will they find inappropriate materials? 
 Hal yang sama juga terlontar dari adanya mesin cetak, radio, dan televisi. Semua ini dapat digunakan secara tidak tepat (ke arah yang negatif), tetapi semuanya telah memberikan akses tak terbatas kemanusiaan terhadap informasi yang dapat berubah menjadi pengetahuan.
Seperti diakhir blog saya, saya telah menekankan bahwa
"suatu hal yang bermanfaat, jadikanlah itu bermanfaat".

Kalau dilihat beberapa macam teknologi pendidikan, misalnya; Whiteboard-Elektronik, OHP, Video, Televisi, e-Learning, Komputer, Internet, dll, selalu pada akhirnya 100% tergantung pada pengguna dan proses pengajaran. Teknologi sendiri hanya sebagai medium. Kalau berhasil atau gagal tergantung pengguna dan proses pengajaran, bukan teknologinya.

* Refrensi buku:
John W. Santrock, Psikologi Pendidikan
DR. Munir, Kurikulum Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi

Bagaimana pandangan dan penilaian kelompok mengenai kewajiban mahasiswa mempunyai email dan memposting blog ? Dikaji berdasarkan teori psikologi pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia khususnya di Medan

Yosefine Mendrofa (10-080)


   Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan dan wajib mengikuti pendidikan  serta pemerintah wajib membiayainya, pernyataan ini dikuatkan melalui undang-undang sistem pendidikan nasional atau biasa disebut dengan SISDIKNAS, yang menyebutkan “bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu” Berdasarkan aturan mengenai pendidikan diatas memberikan gambaran secara luas dan jelas, bahwa pendidikan merupakan suatu kewajiban terhadap negara dan warga masyarakat. Pemerintah wajib menyediakan sarana dan prasarananya, masyarakat memberikan dukungan terhadap terselenggaranya dunia pendidikan. 
Penggunaan Internet di Indonesia menunjukkan situasi di mana kehidupan global saat ini memang dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman yang serba cepat dan instan. Dukungan dari pemerintah mengenai hal ini juga dapat kita rasakan di mana situs-situs pendidikan menjadi semakin berkembang dan meluas jaringannya pada cyber world. Dalam hal ini, pemerintah juga belajar bagaimana zaman menuntut akses yang cepat, dan Internet merupakan media yang sangat membantu dalam hal pendidikan- mengingat hal yang menarik dari Internet adalah kemampuan dalam mengakses informasi teks, audio, gambar, perkiraan, ilustrasi dan yang lain dari 320 juta web di Internet dengan lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan media komunikasi/informasi yang lain. 
 Bagaimana pandangan kelompok mengenai e-learning pada mahasiswa?
Sesuai dengan tuntutan zaman yang memiliki peredaran informasi yang sangat cepat- seperti yang telah dijelaskan di atas- sangatlah membantu memang keberadaan internet sebagai fasilitas yang digunakan oleh mahasiswa mengembangkan potensi dirinya ataupun menjaring pelbagai informasi yang ada, berikut adalah beberapa pandangan dari kelompok kami mengenai penggunaan blog dan atau email dalam proses perkuliahan:
 
1.    Yosefine Mendrofa (10-080)
"Belajar e-learning, menggunakan email, blog, ataupun fasilitas lain yang ada di dalam dunia internet merupakan suatu hal yang sangat bagus dan baik. Bukan hanya dalam segi pembelajaran dan pendidikan yang diperoleh saja. Tapi juga merupakan pembelajaran dalam berbagai hal, misalnya mengenal kemajuan teknologi, kemudahan mendapatkan informasi, pembelajaran bukan hanya diperoleh dari buku ataupun guru tapi media internet justru ga kalah bagusnya informasi yang dapat diperoleh.
Apalagi dengan fenomena-fenomena yang ada. Para pelajar banyak tergantung pada buku-buku, sekolah, guru dan hanya menggunakan kemajuan teknologi dan informasi sebagai sarana hiburan. Into memang  salah satunya juga. Kemajuan TIK memudahkan komuniksi, tapi alangkah baiknya perkembangan yang pesat ini memang benar-benar dipergunakan untuk media pembelajaran. Sejauh ini saya yang mengalaminya saja sudah sangat senang dan benyak memperoleh pembelajaran dari sini. Tapi disatu sisi lain memang tetap ada juga kerugian. Namanya juga pembelajaran, tidak ada suatu hal itu yang tidak ada kerugiaannya.
Selain pembelajaran , melalui pembelajaran e-learning, menggunakan email, blog dan yang lainnya juga dapat menambah kreatifitas kita dalam menanggapi sesuatu. Dimana kita dituntut untuk belajar mandiri, berpikir kritis dan juga bisa menyalurkan pengetahuan dan bakat yang kita miliki secara bebas yang akan membuat kita terus berkembang. Dengan begitu bukan hanya dihasilkan sebagai pelajar yang pintar, tetapi juga kreatif dan inofatif :)"

2.    Olga Septania (10-082) 
"E-learning merupakan media yang menjembatani kita sebagai mahasiswa dengan dunia yang luas ini dan dengan berbagai informasi yang berkembang dengan sangat-sangat cepat. Dengan penggunaan email tentunya mahasiswa akan lebih mudah berkomunikasi baik antar mahasiswa ataupun dengan dosen tanpa batas ruang dan waktu, begitupula dengan Blog, Blog merupakan media yang mengharuskan mahasiswa/I agar mulai dewasa dan mandiri dalam menyelesaikan tugas-tugas perkuliahannya, bukan saja mandiri dan dewasa namun juga mahasiswa secara tidak langsung  dituntut untuk kreatif dalam  pengerjaan tugas-tugasnya, karena itu lingkungan Kampus banyak memberikan pembelajaran kepada mahasiswa/I, belajar bagaimana mengerjakan tugas tepat waktu, belajar professional dalam tugas-tugasnya, belajar menggunakan blog dan atau email dalam memudahkan tugas-tugasnya, serta belajar bahwa perkembangan yang sangat pesat (dan sulit untuk diikuti perkembangannya karena berkembang begitu cepat) di dunia ini dan sekali kita ketinggalan informasi maka ada satu jendela dunia yang tertinggal oleh kita. Sehingga itulah penting rasanya agar metode pembelajaran e-learning ini semakin disebarluaskan, demi keadaan pendidikan kita di Indonesia (khususnya di Medan) menjadi lebih baik dan tentunya kita menjadi bagian dan saksi bahwa dunia ini mempunyai begitu banyak informasi pendidikan yang positif- yang membantu kita dalam proses pendidikan (begitu pula dengan para tenaga pengajar)"
3.    Selvia Veronika Tarigan (10-122) 
"Menurut saya, penggunaan blog sangat berfungsi bagi mahasiswa. Karena saat menulis di blog, kita diatih untuk dapat menyuarakan pendapat dan juga dapat berfungsi sebagai ajang kreativitas. Saat menggunakan/ menulis di blog, kita dapat berkreasi sesuai dengan keinginan dan hal itu juga dapat menunjukkan kepribadian seseorang. Penggunaa blog dalam mata kuliah psikologi pendidikan juga dapat sangat membantu mahasiswa agar mereka terbiasa untuk membaca sebelum mata kuliah tersebut diajarkan di kelas. Karena tidak mungkin seseorang dapat memposting tulisan di blok tanpa membaca. Jadi, secara tidak langsung mengajarkan mahasiswa agar cinta membaca dan terbiasa membaca. Melalui penggunaan blok, mahasiswa juga dapat semakin mengenal dan terbiasa dengan tekhnologi. Karena dari penggunaan tekhnologi seperti internet, kita bisa mendapatkan banyak pengentahuan yang sudah lama atau fakta-fakta baru yang baru saja ditemukan. Seingga, kita tidak akan tertinggal mengenai informasi-informasi baru. Menurut saya, penggunaan blog bisa sangat membantu seseorang untuk memahami berbagai hal bukan hanya miliknya sendiri tetapi juga milik orang lain."

Dari pandangan-pandangan tersebut, maka dapatlah kami simpulkan bahwa penggunaan blog dan atau email pada proses pendidikan merupakan penting karena :
1.     Penggunaan cara-cara konvensional (yakni penggunaan kertas) semakin diminimalisir, sehingga berujung kepada keselamatan Bumi dari gejala Global warming
2.     Memicu kekreatifitasan mahasiswa/i dalam pengerjaan tugas-tugas perkuliahan
3.     Menjadikan keberadaan mahasiswa yang “melek-informasi”
4.     Memandirikan mahasiswa/i dalam menelaah bahan bacaan dan membuat mahasiswa/i kian kritis dengan berbagai masalah dan bahan bacaan yang ditelaah
5.     Mengingat waktu adalah segalanya dalam proses pendidikan, maka penggunaan blog dan atau email membantu mahasiswa/i untuk meminimalisir waktu dan ruang dalam pengerjaan tugas-tugasnya 
6.     Membekali mahasiswa/i dalam dunia kerja nantinya

Tuesday, 8 February 2011

Teknologi Membawa Pengaruh


Teknologi sangat mempengaruhi pendidikan, karena teknologi merupakan hal yang paling sangat cepat berkembang dan melesat secara global. Keadaan yang seperti ini manusia ditantang dan diperluas agar lebih cepat dan tanggap dalam mengerjakan dan memperoleh sesuatu melalui teknologi yang berkembang sekarang ini. Dengan begitu, teknologi sangat memainkan peran yang penting dalam mengubah sistem pembelajaran yang ada (sistem pembelajaran yang telah dibahas pada post sebelumnya). 
Teknologi memiliki tempat yang sangat relevan, tidak hanya untuk membekali para pelajar bahkan semua masyarakat  dengan keterampilan informasi, tetapi juga untuk meningkatkan akses dalam pemahaman. Hal ini penting untuk memahami tingkat apa dan apa jenis akses ke Informasi dan Teknologi yang ada, yang diperlukan untuk meningkatkan prestasi dan pengetahuan.
Selain untuk pembelajaran dan peningkatan pengetahuan, teknologi juga dimanfaatkan sebagai pentrasnformer pendidikan kejenjang yang lebih baik. Dimana melalui teknologi, banyak hal yang apat dikembangkan. Baik itu bakat, hobby, talenta, dan hal lainnya, sehingga semua terpenuhi dari segi pembelajaran, kreatifitas dan hiburan.
Lalu mengapa banyak hal yang negatif yang disebabkan oleh teknologi itu sendiri?
Itu karena pemakaian dan penyalah gunaannya tidak efektif. dalam hal ini individu lah yang menjadi obyek utama dalam pemakaian dan pemanfaatan. Suatu hal yang sangat bermanfaat malah dijadikan sebagai hal yang sangat tidak relevan. Teknologi yang berkembang dan salah satu medianya adalah internet, sangat mempengaruhi keberadaan saat ini. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dapat mengakses internet dari mana saja. Alangkah sia-sianya suatu yang berharga malah dijadikan untuk hal-hal yang tidak relevan. Misalnya dengan permasalahan yang sangat merajalela saat ini, yaitu penyalah gunaan media komunikasi melalui internet yaitu facebook. ini awalnya adalah suatu sarana komunikasi pembelajaran berjuta-juta orang dimanapun dan siapapun dapat berkomunikasi melalui ini, tapi malah digunakan sebagai sarana penipuan yaitu dengan penculikan, perdagangan ilegal dan lain sebagainya.




Suatu hal yang bermanfaat, jadikanlah itu benar-benar bermanfaat :) 




Sumber:
* Refrensi buku John W. Santrock, Psikologi Pendidikan

Wednesday, 2 February 2011

Seharusnya para Pengajar atau Pelajar??

Mendengar cara mengajar yang efektif, yang pertama sekali terlintas adalah menjadi seorang pelajar. Para pelajar (tentu saja termasuk saya) selalu berharap mendapatkan pembelajaran yang dapat membuat semangat belajar dan keingintahuan yang lebih dalam dari setiap materi pembelajaran. Tentu saja itu dapat terlaksana apabila para pengajar, baik itu dosen maupun guru dapat melakukan suatu metode pembelajaran yang menarik. Dimana dituntut suatu kekreatifitasan para pengajar agar dapat memudahkan dalam menyampaikan materi pembelajaran dan juga pemahamannya.  Tapi banyak yang ditemui saat ini adalah para pengajar hanya sekedar melakukan tugas mereka sebagai pengajar, yaitu menyampaikan materi pelajaran, memberikan tugas, catatan, ulangan, diskusi dan nilai, tanpa memperhatikan dan memahami secara langsung apa yang telah didapatkan para pelajar selama pembelajaran. Kebanyakan yang dilakukan hanya pembelajaran yang rutin, hanya sekedar untuk mendapatkan haknya. 
Seharusnya para pengajar memiliki strategi pengajaran yang baik dan didukung oleh metode penetapan tujuan, rancangan pengajaran dan manajemen kelas. Dengan begitu kelas akan menjadi menarik, akan terjalin komunikasi antara pengajar dengan para pelajar dam terjalin suatu kegiatan pembelajaran yang efektif. Karena pembelajaran yang lakukan sangat mempengaruhi para pelajar dan tentu saja mempengaruhi bangsa ini. bagaimana tidak? bukankah para pelajar yang mereka bimbing adalah para generasi penerus bangsa saat ini? Para generasi yang akan melanjutkan masa depan bangsa ini. 
hmmmmmmmmmmmmmmm....
Tapi, disisi lain perlu juga diingat bahwa bukan lagi satu-satunya sumber belajar, tapi merupakan salah satu sumber dari sekian banyak sumber belajar. Apa lagi pada sistem pembelajaran saat ini para pelajar justru lebih banyak dituntut untuk melakukan pembelajaran yang madiri. Lalu bagaimana seharusnya metode pembelajaran yang efektif? Disatu sisi para pengajar yang dituntut untuk melakukan metode pembelajaran efektif dengan model pembelajaran aktif, disisi lain justru para pelajarlah yang dituntut untuk melakukan pembelajaran yang mandiri dan lebih aktif dalam menemukan permasalahan dan melakukan pembahasannya sendiri sehingga menghasilkan para pelajar yang berkualitas.

Sumber:
* Refrensi buku John W. Santrock, Psikologi Pendidikan.
* Harian Global (http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=24801:perubahan-proses-pembelajaran-efektif-guru-bukan-satu-satunya-sumber-belajar&catid=56:edukasi&Itemid=63)